
* Ada Pangkat Tinggi Tapi Moralnya Tidak Bagus
NGABANG- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Landak Drs Ludis MSi menyatakan pelantikan pejabat eselon IV dan V di Pemerintah Kabupaten Landak diperkirakan sebelum akhir bulan Februari 2009. Pelantikan itupun, tergantung dari kesiapan Bupati Landak DR Drs Adrianus AS MSi.
“Pelantikan pejabat eselon IV dan V di Kabupaten Landak, direncanakan dilantik pada akhir bulan Februari 2009, itupun belum pasti, tergantung kesiapan pak Bupati,” kata Ludis kepada Kapus Post, Rabu (18/02/09), kemarin di ruang kerjanya.
Dikatakannya, pelantikan pejabat eselon IV, diperkirakan mencapai ratusan orang, dibanding dengan pelantikan pejabat eselon V. Namun ada kemungkinan eselon yang tidak terisi semunya, mengingat orang yang dicari tidak ada. “Untuk SOPD yang baru para stafnya akan dikasi, mengingat untuk mengisi jabatan ini ada syarat-syarat yang harus diikuti, bukan kita main pasang orang tanpa lihat syarat dan sebagainya,” katanya.
Kadang, lanjut mantan kepala Bappeda Landak ini, ada orang pangkat sudah tinggi, tapi tidak tahu kerja, bagaimana cara kita untuk bisa menempatkan orang tersebut. Bagaimana mau bisa, dikasi tanggungjawab kecil saja dia tidak beres, apa lagi dikasi tanggungjawab besar. “Ada pangkat tinggi moralnya tidak bagus, kita khawatir dikasi tanggung jawab yang besar semakin merajalela, itupun menjadi pertimbangan juga,” imbuhnya seraya mengatakan penempatan orang dalam jabatan itu, adalah kepercayaan, bukan hak.
Disinggung 2 jabatan kosong yaitu Kadis Hutbun Landak dan Kadis Kesehatan Landak, belum dilantik bupati? Ludis mengatakan itu adalah hak bupati dalam menentukan siapa yang layak duduk di jabatan tersebut. “Memang 2 jabatan ini sudah lama lowong, sebetulnya sudah ada orang yang memenuhi syarat untuk jabatan itu. Hanya saja, untuk mencari orang yang pas ini agak susah,” ungkapnya.
Khusus Plt, tambah Ludis, sebetulnya orang yang diberi kepercayaan dan pekerjaan, tapi tidak diberi tunjangan, padahal kerjanya setara dengan Kadis, hanya mendapat gaji saja, katakanlah sekarang namanya diganti dengan nama Sekretaris. “Termasuk soal proyek itu tanggungjawab Sekretaris, mungkin ada hal tertentu yang tidak bisa diputuskan, harus konsultasi dengan bupati atau Sekda untuk memutuskannya,” imbuhnya.
Sebelumnya bupati berharap, guna mengisi kekuragan itu, apalagi ada pejabat eselon III a dan III b yang belum diisi, termasuk eselon IV, ditambah dengan eseloan V seperti disekolah-sekolah, hampir 500 orang. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan bisa kita lantik,” tegasnya.
Demikian juga dengan staf-staf yang belum lengkap, akan dilengkapi, tentunya Pekerjaan Rumah (PR) yang berat bagi kepala Badan Kepegawain Daerah (BKD) yang baru, guna menyusun ini semua. (wan)